Powered By Blogger

30 Nov 2010

Wacana

 Menghisap Khasiat Buah Naga
Warga keturunan Tionghoa beranggapan bahwa buah naga membawa berkah. Tidak mengherankan jika buah ini diletakkan di antara dua ekor patung naga hijau yang diletakkan di atas meja altar. Buah naga yang sudah matang warnanya merah menyala. Di Vietnam,thang loy (buah naga) atau dragon fruit memiliki khasiat untuk kesehatan.
Dalam berbagai pameran buah-buahan pada tahun 1999, buah naga dipromosikan sebagai penyeimbang kadar gula darah, pencegah kolesterol tinggi, dan pencegah kanker usus.
Tanaman nopalitos ini dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes yang tidak bergantung pada insulin. Selain itu, nopalitos juga menurunkan kadar lemak dan kolesterol darah.
Nopalitos adalah pucuk tunas cabang kaktus prickly pear, opuntia ficus-indica yang masih pipih seperti daun. Setelah dibuang duri dan tunas daunnya yang, sayur nopalitos bisa dimasak termasuk sebagai salad dan sop daging.

Walaupun nilai gizinya sama dengan jenis-jenis sayuran lain, sepertidaun selada (90% air, 3-7% karbohidrat, dan 1,3% mineral, terutama kalsium), ia merupakan sumber vitamin beta karoten (18-30 mg tiap 100 g bobot sayuran) dan vitamin C (10-18 mg tiap 100 g bobot sayur). Inilah yang menjaga kesehatan orang Indian Amerika Selatan dan Meksiko.
Pada tahun 1979, dunia kedokteran tahu, bahwa nopalitos berkhasiat menurunkan kadar gula, sejak Ibanez-Camacho dari Meksiko melakukan penelitian.
Di Indonesia, buah naga berasal dari Meksiko, terkenal mujarab menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Dan kini mulai dikembangkan di tanah air, serta memiliki peluang besar untuk disebarluaskan.
Buah naga atau biasa disebut dragon fruit, di Indonesia, khususnya diperkampungan di Pulau Jawa, mulai dibudidayakan. Namun masih sebatas hiasan, disandingkan dengan kaktus. Selain masih sedikit yang menanamnya, juga disebabkan tanaman ini masih tergolong jenis baru.
Konon disebut buah naga karena seluruh batangnya yang menjulur panjang seperti ular naga. Dalam perkembangannya, tanaman ini kemudian dikembangkan di Israel, Thailand, dan Australia.
Jenis buah naga ada empat macam, pertama buah naga daging putih
(Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah
naga daging supermerah (Hylocereus costaricensis), dan buah naga kulit
kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).


Khasiat Buah Naga:

1. Mujarab menurunkan kolesterol, menurunkan kadar lemak.
2. Untuk penyeimbang kadar gula darah, pencegah kanker, pelindung
kesehatan mulut.
3. Pencegah pendarahan, dan obat keluhan keputihan.
4. Mencegah kanker usus, menguatkan fungsi ginjal dan tulang,
menguatkan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, serta
sebagai bahan kosmetik.
5. Mengobati sembelit, mengobati hypertensi, memperhalus kulit wajah.
6. Meningkatkan daya tahan.



Cara Menanam Buah Naga di Pot
Bagaimana cara menciptakan tabulampot buah naga? Langkah pertama, sediakan pot. Pilih pot dari tanah liat berdiameter sekitar 40-50 cm. Setelah itu, sediakan tiang panjatan. Pilih yang kuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm. Buatlah tiang setinggi 200 cm. Seluruh tiang panjatan diberi sabut kelapa yang diikatkan.
Bagian bawah tiang dibuatkan kaki-kaki tiang. Panjang kaki tiang 35 cm, dibentuk trapesium dengan ukuran 30 cm. Setelah itu, pulas dengan aspal agar tak gampang keropos. Bagian atas tiang dibuatkan piringan diameter 40 cm, sementara bagian tengahnya diberi besi dipasang bersilang. Pada pertemuan silangan, beri besi tegak lurus sepanjang 30 cm, yang nantinya dimasukkan pada bagian ujung tiang.
Seperti biasa, sediakan pula media tanam berupa campuran tanah, pasir, bubuk bata merah, pupuk kandang, dan kompos (1 : 2 : 2 : 3 : 1).Campur merata, masukkan ke dalam pot hingga 80% volumenya. Tambah dolomit 100 gram/pot dan pupuk hortigo 20 gram/pot. Siram sampai basah, biarkan semalam.
Sebaiknya, beli bibit dari penangkar tanaman buah naga. Pilih bibit stek batang sepanjang 60 cm dengan diameter 7 cm. Setelah itu, buat 3 lubang tanam dalam pot dengan kedalaman 10 cm dan diameter 6 cm. Setelah ditanam, tekan media di sekitar bibit agar padat. Berilah air, dan ikat bibit tersebut agar tidak mudah roboh. Basahi permukaan media dengan sedikit air. Usahakan jangan sampai air menggenangi pangkal batang. Sebab, pangkal batang peka terhadap genangan air, dan bisa mematikan.
Langkah terakhir, letakkan buah naga di pot di lokasi yang mendapat sinar matahari, terutama pada pagi hari. Tak lama, Anda pun akan menikmati indahnya tabulampot buah naga. Mungkin itu yang membuatnya jadi makin dicari orang.
(Sumber : Tunas, Edisi 05, 17-30 November 2007)

A. Pengertian Wacana

Wacana berasal dari bahasa Inggris discourse, yang artinya antara lain ”Kemampuan untuk maju menurut urutan-urutan yang teratur dan semestinya.” Pengertian lain, yaitu Komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur.” Jadi, wacana dapat diartikan adalah sebuah tulisan yang teratur menurut urut-urutan yang semestinya atau logis. Dalam wacan,a setiap unsurnya harus memiliki kesatuan dan kepaduan.
Setiap wacana memiliki tema sebab tema merupakan hal yang diceritakan atau diuraikan sepanjang isi wacana. Tema menjadi acuan atau ruang lingkup agar isi wacana teratur, terarah dan tidak menyimpang ke mana-mana. Sebelum menulis wacana, seseorang harus terlebih dahulu menentukan tema, setelah itu baru tujuan. Tujuan ini berkaitan dengan
bentuk atau model isi wacana. Tema wacana akan diungkapkan dalam corak atau jenis tulisan seperti apa itu bergantung pada tujuan dan keinginan si penulis. Setelah menetapkan tujuan, penulis akan membuat kerangka karangan yang terdiri atas topik-topik yang merupakan penjabaran dari tema. Topik-topik itu disusun secara sistematis. Hal itu dibuat sebagai
pedoman agar karangan dapat terarah dengan memperlihatkan pembagian unsur-unsur karangan yang berkaitan dengan tema. Dengan itu, penulis dapat mengadakan berbagai perubahan susunan menuju ke pola yang sempurna. Membuat kerangka karangan sangat dianjurkan sebelum penulisan, terutama bagi pengarang pemula.

ANTARA TOPIK, TUJUAN, DAN TEMA
Aspek pertama dalam melihat suatu wacana adalah topik. Setiap wacana mempunyai topik atau wilyah kajian, yaitu suatu ruang pikiran yang lebih luas yang menaungi apa yang dibahas dalam wacana. Semakin sempit wilayah kajian yang dinamakan topik itu, semakin tajam pembahasan wacana. Unsur terpenting wacana ini harus ada sebelum menulis. Kalau tidak, proses penulisan wacana akan lari ke berbagai topik sehingga tidak ada satupun yang tajam pembahasannya. Wacana yang tidak bermutu adalah wacana yang topiknya luas tapi dangkal pembahasannya. Jika sebelum menulis, topik telah jelas dan spesifik maka seluruh daya dan pikiran penulis akan terarah.
Penulis harus punya misi atau tujuan dalam menulis wacana. Bagaikan menembak, mesti ada sasarannya sebelum perangkat menembak disiapkan. Kalau Anda akan menembak babi, Anda akan menyiapkan perangkat yang berbeda dengan kalau Anda akan menembak burung.
Tujuan penulisan wacana akan terbaca jelas dalam wacana itu betapapun tidak disebutkan secara eksplisit oleh penulisnya. Seseorang yang tujuannya menumbangkan suatu kebiasaan buruk masyarakat akan berbeda isi dan teknik-teknik penulisan wacananya dengan orang yang tujuannya hanya untuk menghibur dan mencari popularitas. Seseorang yang tujuannya menjual sesuatu berbeda tulisannya dengan orang yang menulis untuk mengajak seseorang menuju kebenaran. Dari tujuan inilah satu wacana berbeda dengan wacana lain.
Tema adalah ringkasan wacana itu sendiri yang dirumuskan dalam satu kalimat yang lengkap. Tema bagaikan lokomotif yang akan menarik gerbong-gerbong yang dibuat kemudian. Semua gerbong yang akan ditempatkan di belakang lokomotif harus sesuai dan serasi dengan lokomotifnya. Itulah tema. Seseorang yang sudah paham dengan apa yang akan dia tulis, harus mampu menuangkan tema ini dalam bentuk kalimat yang mencakup sekaligus tujuan penulisan.

Kerangka Karangan

Kerangka karangan bermanfaat sebagai berikut.
1. Pedoman agar penulisan dapat teratur dan terarah.
2. Penggambaran pola susunan dan kaitan antara ide-ide pokok/topik.
3. Membantu pengarang melihat adanya pokok bahasan yang menyimpang dari topik dan adanya ide pokok yang sama.
4. Menjadi gambaran secara umum struktur ide karangan sehingga membantu pengumpulan bahan-bahan pustaka yang diperlukan.

Langkah langkah menyusun karangan

Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan. kali ini kita coba tinjau terlebih dahulu langkah-langkah menyusun karangan satu per satu.
1. Menentukan tema dan judul
sebelum anda mau melangkah yang pertamakali dipikirkan adalah mau kemana kita berjalan? lalu bila menulis, apa yang akan kita tulis? Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan. kalau tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
tema sangat terpengaruh terhadap wawasan penulis. semakin banyak penulis membiasakan membaca buku, semakin banyak aktifitas menulis akan memperlancar penulis memperoleh tema.
namun, bagi pemula (yang belum berpengalaman seperti saya) perlu memperhatikan beberapa hal penting agar tema yang diangkat mudah dikembangkan. diantaranya :
a. jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas (soalnya ngak bakal selesai)
b. Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan.
c. Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh. (kalo sulit gimana mau ngerjain. jelas?)
kadang memang dalam menentukan tema tidak selamanya selalu sesuai dengan syarat2 diatas. ya contohnya pas lomba mengarang, tema sudah disediakan sebelumnya dan kita hanya bisa memakainya. ya sudahlah takperlu disesali..
ketika tema sudah didapatkan, perlu diuraikan atau membahas tema menjadi suatu bentuk karangan yang terarah dan sistematis. salah satu caranya dengan menentukan judul karangan. judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan kita. cukup!!!…
2. Mengumpulkan bahan
udah punya tujuan, dan mau melangkah, lalu apa bekal anda? sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan. bagaimana ide, dan inovasi dapat diperhatikan kalau tidak ada hal yang menjadi bahan ide tersebut muncul. buat apa ide muluk2 kalau tidak diperlukan. perlu ada dasar bekal dalam melanjutkan penulisan.untuk membiasakan, kumpulkanlah kliping-kliping masalah tertentu (biasanya yang menarik penulis) dalam berbagai bidang dengan rapi. hal ini perlu dibiasakan calon penulis agar ketika dibutuhkan dalam tulisan, penulis dapat membuka kembali kliping yang tersimpan sesuai bidangnya. banyak cara memngumpulkannya, masing2 penulis mempunyai cara masing2 sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
3. menyeleksi bahan
Udah ada bekal, dan mulai berjalan, tapi bekal mana yang akan dibawa? agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan2 yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis. berikut ini petunjuk2 berikut ini:
1. catat hal penting semampunya
2. jadikan membaca sebagai kebutuhan (iqra’ !..)
3. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan2 ilmiah. (bertanya pada orang yang lebih berpengalaman dan wawasan lebih luas sangat membantu dalam mempermudah penulisan yakin.. asli lho…!!)
4. Membuat kerangka
bekal ada, terpilih lagi, terus melangkah yang mana dulu? perlu kita susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar ditengah jalan. kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.
kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu2 dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
berikut fungsi kerangka karangan :
a. memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b. memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
c. membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting
tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a. mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan2 yang timbul)
b. mengatur urutan gagasan.
c. memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab
d. membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
kerangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis. soalnya bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir)
5. mengembangkan kerangka karangan
proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan kita terhadap materi yang hendak kita tulis. jika benar2 memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan.
pengembangan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.


Kerangka karangan dapat ditulis dalam dua bentuk, berikut.
1. Kerangka kalimat, ialah kerangka karangan yang disusun dalam bentuk kalimat-kalimat lengkap yang menjabarkan ide-ide pokok karangan.
2. Kerangka topik, ialah kerangka karangan yang dituangkan dalam bentuk frasa dan klausa sehingga tampak lebih praktis.

Penyusunan kerangka karangan dapat berbentuk kalimat dan frasa atau klausa sekaligus, meskipun yang lebih banyak digunakan adalah kerangka topik. Berikut contoh kedua bentuk penyusunan kerangka karangan tersebut.

Contoh kerangka kalimat:
Membuka usaha warnet di tengah perkembangan teknologi informasi.
1. Masuknya ajaran komputer di sekolah-sekolah menambah pengetahuan tentang teknologi informasi.
2. Perkembangan sarana komputer menjadi sarana jaringan informasi melalui internet.
3. Penggunaan internet menjadi kebutuhan remaja dan anak sekolah.
4. Memanfaatkan minat remaja dan anak sekolah dengan membuka warnet.

Contoh kerangka topik
Antisipasi lonjakan arus mudik lebaran :
1. Jumlah Pemudik Lebaran
a. perkiraan lonjakan jumlah pemudik
b. sarana angkutan yang dipersiapkan
c. sarana angkutan yang diandalkan
2. Pengaturan jalur Jakarta-Surabaya
a. jalur utara
b. jalur selatan
c. kemacetan lalu lintas dan usaha pencegahannya
3. Petunjuk pemanfaatan jalur
a. dari DLLAJR
b. dari instansi terkait

B. Jenis-Jenis Wacana
Setelah membaca wacana, pembaca harus dapat menentukan jenis wacana apa yang dibacanya. Ada beberapa jenis wacana diantaranya :

1. Deskripsi

Deskripsi adalah penggambaran dengan kata-kata suatu benda, tempat, suasana, atau keadaan. Deskripsi merupakan hasil observasi melalui panca indra yang disampaikan secara kronologis. Contoh : Rumah itu dari kejauhan kelihatan angker sekali, menyeramkan. Apalagi jika melihat dari dalam sungguh mengerikan

2. Eksposisi

Eksposisi adalah menjelaskan baik peristiwa atau lainnya dan harus berurutan, biasanya tulisan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topic dengan tujuan memberikan informasi atau pengetahuan tambahan.
Contoh : mencangkok bukanlah pekerjaan yang sukar. Satu menit saja kita belajar, kita sudah dapat berpraktik dan hasilnya kita tunggu satu, dua bulan caranya sebagai berikut ….

3. Argumentasi

Argumentasi adalah mengeluarkan pendapat, pendapat ini harus kita perhatikan dengan bukti dan fakta, biasanya tulisan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data, dakta sebagai bukti.
Contoh : KB membuat keluarga sejahtera daman dan bahagia dengan dua anak.

4. Persuasi
Persuasi adalah wacana yang mampu mengajak, mempengaruhi dan membujuk atau tulisan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk berbuat sesuatu.
Contoh : kalimat iklan

5. Narasi
Narasi adalah mengarang atau menceritakan sesuatu baik nyata maupun tidak nyata, biasanya tulisan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul menyusul sehingga membentuk alur cerita.
Contoh : cerpen

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes